Rabu, 28 Januari 2015

Feels Like We Only Go Backwards

Cerita ini mungkin pernah di alami sebagian manusia, merasakan susuatu yang membuat keadaan gelisah dan berpikir bahwa sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi. Tanpa sadar akupun merasakaan keadaan itu. Sebut ia Firasat. Firasat yang kadang membuat seseorang menjadi gelisah tapi, kadang membuat sebuah kebahagian. Hal itulah yang ku alami. Setelah ia pergi meninggalkanku, tanpa sadar Firasat ku kepadanya sangatlah dalam. Pernah beberapa kali aku mengalami Firasat yang tidak menyenangkan tentang dia. Tapi aku terasadar, jika aku tak mungkin akan bertemunya lagi. Hanya melalui social media sajalah aku dapat melihatnya dan berharap tak ada lagi firasat yang merasuki otak dan hati ini. Ternayata Tuhan mepunyai jalannya sendiri. Setelah Kita berpisah, tepatnya di bulan April kita di pertemukan kembali.

     Di suatu malam yang biasa entah bagaimana Tuhan merencanakan hal itu. Tapi, semua Firasat tentang dia benar-benar nyata. Beberapa hari sebelum aku di pertemukan di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Jakarta Selatan, aku banyak mengalami Firasat yang membingungkan untuk diriku sendiri ataupun untuknya. Seperti malam-malam biasanya, aku pergi ke tempat dimana teman-temanku berada. Malam itu hatiku sedikit membingungkan. Aku mempunyai sebuah Firasat yang menyenangkan. Malam itu aku check salah satu social media miliknya. Ternyata dia baru saja memposting Photo di Instagram. Lalu, aku berpikir bahwa ia sepertinya ada di suatu tempat. Munculah satu pemikiran bahwa ia berada di satu pusat perbelanjaan yang tak jauh dari tempatku berada sekarang. Entah bagaimana aku memikirkan hal itu, tapi semua terasa benar. Setelah sampai, salah seorang temanku mengajak untuk pergi ke tempat dimana Ia berada dan berniat kita akan makan disana. Dengan tanpa basa basi aku langsung menyetujui ajakan tersebut.

Setelah aku sampai, aku langsung pergi ke tempat yang kita ingin tuju. Lalu, beberapa menit setelah aku sampai, pandanganku mengarah ke sesosok cowo kurus yang sangat aku kenal semua bagian tubuhnya. Tanpa sadar ternyata aku memanggil namanya, ia menoleh ke arahku dan langsung mendatangi diriku yang tegak berdiri. Kita saling bertatapan yang sangat lama dan saling tersenyum, aku tak bisa membohongi perasaanku jika, Aku senang melihatnya. Aku bahagia. Melihatnya dalam keadaan baik - baik saja itulah yang terpenting.

     Berawal dari sebuah percakapan yang basa - basi sampai percakapan berlanjut dan terus berlanjut. Sampai akhirnya aku membahas tentang permasalahan liburan yang cukup lama tapi, gatau akan  liburan sama siapa. Ternyata hal itu membuat ia membahas tentang Bandung lagi. Saat itu aku hanya bisa tersenyum dan berharap semoga semuanya benar-benar terjadi. Dan pertemuan singkat itu kita akhiri dengan kalimat See You Soon.

Terjadilah sebuah pemikiran yang tidak lagi menjadi sebuah pemikiran yang nyata. Pemikiran inipun membuat semua perasaan akan melupakan tentangnya dan semua kenangan, malah berganti dalam semalam menjadi sebuah pemikiran adanya harapan baru disana. Perasaan rasa kesal yang dulu pernah ada, berganti menjadi sebuah perasaan yang membuat aku kembali mengenal dia seperti pertama bertemu. Setelah pertemuan itu, beberapa kali dia Messages aku dan mengajak kita bertemu. Tapi, ia tidak ingin kita bertemu di rumahku. Aku bertanya kepada dia "Kenapa ?." Lalu Ia menjawab "Gue gak bisa ni, gue ngga bisa berada di satu tempat yang dulu Kita selalu disana." Okey aku tidak bisa memaksakan hal itu. Beberapa kali dia mengajak kita bertemu. Tapi, tak kulakukan karena waktunya kurang tepat.

     Di satu malam dia mengajak untuk bertemu. Saat itu aku berada dirumah. Aku berkata "Kalo emang lo mau ketemu gue, ya kesini aja. Kalo gak mau juga gakpapa!." Aku berpikir ia akan menolak pernyataan tersebut. Ternyata dia menyetujui hal itu. Malam itu aku dikagetkan oleh dia kembali. Iya benar, ia berada di depan rumahku. Ketika itu juga semua perasaan senang hadir merasuki hati. Lalu, kita sama-sama masuk kerumah. Setelah kita duduk bersama, hanya saling berpandangan yang kita lakukan. Dia lebih banyak diam. Sebuah kalimat muncul dari bibirku, " Hey, cerita dong ngapain aja selama lo ngilang kayak ninja?." Setelah pertanyaan itu ia langsung tersenyum dan menceritakan semua hal yang dilalui selama kita tidak bersama. Banyak hal yang membuat ku selalu merindunya. Percakapan yang sangat panjangpun berakhir setelah ku katakan bahwa salah satu sahabatku akan ke rumah. Karena malampun telah menjadi semakin larut akhirnya, ia memutuskan untuk pulang. Saat kita berada di depan rumah, ia bukan hanya langsung pergi seperti dulu. Tapi, ia mencium keningku dan langsung memeluk. Setelah itu Ia berkata, " Da, Ni." Setelah dia benar-benar menghilang dari pandanganku. Aku berpikir sejenak ternyata kehilangan dia adalah hal yang menyakitkan. Aku tak bisa. Aku tak mampu. 

      Pertemuan singkat penuh arti sering terjadi antara aku dan dia, entah mengapa ternyata hal itulah yang bisa membuat kita selalu kembali. Akhirnya, setelah pertemuan itu, kita menjalani hari-hari bersama dan membuat sebuah kenangan baru dan membuat kenangan itu selalu hadir sampai hari ini...