Jumat, 23 Januari 2015

Senandung Sunset


Sunset itu....
Terlalu indah untuk di lupakan,
Terlalu berwarna,
Terlalu orange,
Terlalu dirindukan, dan
Terlalu banyak cerita...

     Sunset yang bahasa indonesianya matahari terbenam ini, selalu membuat aku tenang. Setiapku melihatnya mata dan hati ini selalu merasa tenang. Ketenangan manusia mungkin berbeda-beda ada yang melihat Sunrise tenang, tidur membuat tenang, atau mungkin tidak masuk kuliah membuat lebih tenang. Walaupun banyak manusia di luar sana yang mengabaikan keindahannya. Tapi, aku sama sekali tidak bisa berpaling darinya. 

     Sunset itu sederhana, matahari yang bersinar cerah dan membuat sebuah warna menjadi kuning dan akhirnya lama kelamaan akan berubah menjadi orange. Lalu, warna itu akan menyatu dengan warna langit yaitu biru dan hitam. Pencampuran warna menyatu dengan baik disaat langit cerah tanpa adanya awan abu-abu yang berkeliaran. Sunset akan menyempurnakan setiap warna menjadi sebuah keindahan. Keindahannya membuat siapapun yang melihat tidak ingin berpaling. 

     Sunset tidak ingin di duakan, karena disaat dia hadir bersama keindahannya, ia tidak ingin padangan siapapun melihatnya beralih ke pandangan lain. Setiap detiknya ia mempuyai sebuah warna yang mengagumkan. Warna itu akan berubah secara perlahan dan cepat. Karena itulah ia tidak ingin kita menduakannya. Sekali kita beralih pandangan, ia akan merubah warna menjadi warna yang lain. Dia egois. Memang. Tapi, keegoisannya membuat kita bahagia.