Rabu, 04 Februari 2015

Hitam atau Berwarna ?


   Hidup ini penuh dengan pilihan. Hanya ada dua kemungkinan pilihan itu, ingin hidup Hitam atau Berwarna. Sebuah pilihan yang sangat mirip namun berbeda, sama-sama berupa warna tetapi, mempunyai arti yang berbeda di kehidupan nyata. Hidup ini harus di tentukan oleh pilihan, kadang membuat kita berada di satu titik dimana, kita tidak ingin memilih keduanya.  
   
Suatu ketika aku benar-benar berada di titik harus memilih untuk melanjutkan kehidupan akan menjadi berwarna atau akan lebih menghitamkannya. Di saat itu aku mencari dan terus mencari sebuah warna untuk hidupku. Awalnya semua terasa berat karena aku masih belum menemukan sesuatu yang membuat hidupku menjadi berwarna. 

Aku bukan manusia yang hidup dan terlahir langsung mempunyai kehidupan berwarna dan pasti semua manusia di bumi ini mempunyai kehitaman di hidupnya. Kita mungkin mempunyai kehitaman yang berbeda, tapi aku percaya dan yakin di balik kehitamannya manusia mempuyai sebuah warna yang indah disana. Aku dulu pernah mempunyai kehitaman di dalam hidupku dan sampai sekarang mungkin aku masih mencoba untuk melupakan semuanya. Kehitaman itu membuat aku merasakan kehancuran di dalam diriku. Membuat orang merugi itulah yang membuatku hancur.
  
   Suatu sorepun datang menghampiriku, membuat diriku ingin berdiam di sana lebih lama dari biasanya. Aku berdiam dan terus berdiam. Disana hanya ada aku, kursi coklat, dan matahari terbenam. Aku diam tanpa berkata dan hanya mendengarkan isi hatiku berbicara kepada otak. Mereka saling adu pendapat tentang apa yang harus aku pilih. Disaat sunset mulai merubah warnanya menjadi sangat indah. Sore itu juga aku merasakan bahwa, kadang sunset hadir dengan keindahnya tapi, kadang ia tidak memberikan warnanya sama sekali. Apa bedanya sama kehidupan aku sekarang ? aku hanya harus memilih ingin mempunyai warna yang indah atau sebaliknya.

Sore itu pun berlalu dan terus berlalu, hati dan pikiranku juga berlalu, disaat itu aku menunggu jawaban yang akan aku lakukan untuk merubah kehitaman ini. Dan hari itu aku tersadar dengan pemikiranku yang berbunyi "Aku mungkin bukan manusia sempurna tapi, aku akan selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik." Bukan hanya aku yang mempunyai kehitaman di hidup ini, karena jika aku hanya melihat sebagian kehitamanku mungkin aku lupa sama adanya warna yang indah disana. Hidup ini tidak akan berjalan mundur, dia akan berjalan maju tanpa kita sadari. Dan apapun yang menghitamkan masa lalu-ku mungkin akan menjadi sebuah warna yang sangat indah di masa depanku.

   Pemikiran itu hadir di hidupku sampai hari ini dan membuat semua kehitaman itu menjadikannya sebuah warna dasar untuk aku warnai.