Jumat, 20 Maret 2015

Awan

     Awan takkan pernah tau berubah bentuk menjadi apa, kapan ia akan hadir dan kapan ia harus pergi. Awan hanya akan mengikuti setiap hembusan angin membawanya berjalan tanpa henti. Langit selalu setia menemaninya menyusuri keindahan Dunia ini tanpa harus bertanya "Mengapa?". Kesetian langit membuat Awan menjadikannya sebagai teman hidup yang tak akan pernah di tinggalkan.

   Awan mempunyai sebuah makna tersendiri di dalam hidupnya. Mungkin ia bukan manusia yang bisa mengungkapkan makna hidupnya secara langsung. Tapi, Awan dapat mengungkapkan semua itu melalui keindahan berupa bentuk-bentuknya, yang dimana ia ingin siapapun melihatnya, dapat memaknai sendiri kehadirannya kapanpun dan dimanapun itu.

   Awan putih akan selalu berjalan mengikuti arah angin dan membuat bentuknya ikut berubah. Kadang hal itu dapat memisahkan kumpulan Awan yang awalnya menyatu menjadi terpisahkan. Lalu, Awan akan merasa sedih untuk sementara waktu. Tapi, jika suatu hari nanti angin membawanya kembali untuk menjadi sebuah keindahan, Awan akan selalu setia menanti perubahan itu. Awan percaya kemanapun angin membawanya pergi dan memisahkan mereka, suatu hari nanti ia akan kembali menjadi satu dan memberikaan kesempurnaan pada bentuknya.





Selasa, 10 Maret 2015

Poem


Pernahkah malam bertanya mengapa ia hadir? 

Pernahkah ia juga mengeluh untuk tidak hadir?

Walau hanya satu hari saja

Tidak, bukan?



Duhai pangeran malamku

Adakah engkau meminta untuk dicintai?

Adakah engkau bertanya mengapa aku mecintaimu?

Tidak, bukan?



Lalu  semua terasa jelas

Engkau tak akan pernah memberikan aku jawaban pasti

Karna aku disini seperti malam yang setia menanti pagi

Tapi kamu, pergi menyusuri malam seakan lupa adanya pagi



Akhirnya...

Aku tersadar akan penatnya hati ini 

Aku mulai memejamkan mata

Bersama kenangan yang merasuki jiwa dan pikiranku 

Berselimut sebuah harapan 

Semoga esok akan ada sebuah pagi yang cerah 




Malam 
Jakarta, 10 Maret 2015




Senin, 02 Maret 2015

Bebas Tanpa Bersuara

     BEBAS!!!!! iya kamu bebas. Kamu membebaskanku dari semua tentangmu, bebas dari semua kenanganmu, dan membuat kebebasan itu hidup kembali. Kebebasan itu aku dapatkan melalui caramu. Cara itulah yang membuatku tersadar bahwa ternyata bukan kamu yang bebas dan lepas di luar sana. Tapi, Aku", "iya"' akulah yang bebas sekarang. Semua rasa kesedihan itu kini telah hilang. Menghilang tanpa bersuara. Sedih itu kini hanya menyisakan sebuah kenangan. Kenangan yang tak akan pernah terlupa. Tapi kesedihan ini juga yang membuat aku tersenyum esok harinya. 

     Sore akan menjadi semangat hidupku untuk membuat semua terasa lebih nyata. Harapan ingin merubahmu menjadi Malam-pun telah kulakukan untuk membuatmu merasa lebih nyaman.