Selasa, 10 Maret 2015

Poem


Pernahkah malam bertanya mengapa ia hadir? 

Pernahkah ia juga mengeluh untuk tidak hadir?

Walau hanya satu hari saja

Tidak, bukan?



Duhai pangeran malamku

Adakah engkau meminta untuk dicintai?

Adakah engkau bertanya mengapa aku mecintaimu?

Tidak, bukan?



Lalu  semua terasa jelas

Engkau tak akan pernah memberikan aku jawaban pasti

Karna aku disini seperti malam yang setia menanti pagi

Tapi kamu, pergi menyusuri malam seakan lupa adanya pagi



Akhirnya...

Aku tersadar akan penatnya hati ini 

Aku mulai memejamkan mata

Bersama kenangan yang merasuki jiwa dan pikiranku 

Berselimut sebuah harapan 

Semoga esok akan ada sebuah pagi yang cerah 




Malam 
Jakarta, 10 Maret 2015