Selasa, 16 Juni 2015

Kisah Hari Selasa

Tuhan...
Aku tau kau mendengar 
Aku tau kau melihat
Dan semua pun tau kau disana 
Apa yang harus kulakukan ? Jujur aku tak bisa, aku tak sanggup. 
Aku tak bisa bernafas tanpanya, adakah yang bisa menggantikan untuk membuat Dia kembali seperti dulu. Adakah syaratmu yang harus kulakukan? 




Bukan salahku ia mendapatkan sedikit luka. Aku tau. Dengarlah isi hatiku wahai penguasa Dunia, aku hanya meminta sedikit rasa cintamu untuk orang yang kucinta, aku hanya ingin melihat ia bertahan di Dunia ini lebih lama lagi. Setiap hari hanya sebuah Doa yang bisa ku panjatkan untuknya. Aku tau dan semua manusia tau penyakit itu di berikan untuk mendapatkan penghapusan dosa dan agar ia selalu mengingatmu. Ada beberapa orang memberikan penjelesan kepadaku bahwa "Tuhan tak akan pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan makhluknya." Tapi sebagai makhluk biasa bukan sekali atau dua kali ia dan aku mengeluh untuk menjalani semua ini. Aku tau Penguasa Dunia kau maha pemaaf, maka maafkanlah kami.

Dia selalu berkata kepadaku untuk Ikhlas, perkataan itu akan selamanya merasuki otak, hati , dan jiwaku. Perbuatan itu yang akan selalu coba ku lakukan. Melihatmu tertawa adalah sebuah keindahan di hidupku, wahai Rajaku. Mampukah aku tak melihatnya lagi ?. Aku tak bisa, aku tak sanggup. Sudah kuyakinkan. Sesaat aku terdiam menyadari hari ini. Aku tersadar hari ini adalah harimu. Iya hari Selasa. Tak akan pernah aku lupa hari dimana kau tak membolehkan ku berpergian jauh. Entah kenapa kau selalu bilang begitu. Aku sebisa mungkin mengikuti perintahmu. Aku merindukamu. Selalu merindumu. Sebuah rasa pilu merasukiku.

Tak ada yang lebih hangat dari pelukanmu, tak ada yang lebih aman selain berada di sampingmu dan tak akan ada yang lebih bahagia melihatmu kembali sehat seperti dulu. Tuhan dengarlah isi hatiku ini sekali lagi. Aku mencintainya lebih dari apapun, aku memaafkan semua kesalahanya, dan aku hanya ingin melihatnya bahagia. Maka bantulah aku mewujudkannya. 

( untuk Ayah Mex )